Alumni aoi (event)
-
Semua bermula di sebuah warnet. Seorang teman menawarkan sebuah game yang awalnya saya pikir biasa saja. Namun, setelah dicoba, ternyata seru juga. Saya mulai asyik berkebun, memancing, hingga sekadar nongkrong dan ngobrol dengan pemain lain.
​Singkat cerita, saya ajak teman-teman satu kampung untuk ikut main. Tak disangka, antusiasmenya luar biasa. Di kampung saya saja, ada lebih dari 20 orang yang aktif main setiap hari
Perjuangan Menjadi sultan hehe
​
Awalnya, kami merasa bosan karena tampilan karakter masih terlihat “miskin”. Akhirnya, tercetus ide untuk melakukan transfer koin atau yang dulu sering disebut GB. Zaman itu jangan harap ada fitur auto-GB atau ID Creator dari Dani; semuanya dilakukan secara manual dan penuh perjuangan.
​Saya masih ingat betapa bangganya saat berhasil membeli Pet Kucing. Di era itu, punya hewan peliharaan sudah otomatis dianggap sebagai “Sultan” di dalam game.Era Gold dan Cuan dari Phishing
Lalu datanglah masa di mana Gold mulai mudah didapat. Saya membeli alat phishing dari si Ijjik seharga 20 ribu pulsa. Saat itu, trik gandakan belum ditemukan, jadi phishing adalah jalan untuk kaya.
​Berkat alat itu, saya berhasil masuk jajaran Top Gold—meskipun bukan urutan pertama, setidaknya nama saya bertengger di posisi sepuluh besar. Dari sini, saya mulai memanen keuntungan. Gold tersebut saya jual ke teman-teman. Bayangkan, hanya dari menjual gift gold “haram”, saya bisa mengantongi uang sekitar 300 ribu rupiah. Lumayan sekali untuk ukuran anak warnet saat itu.Kecerobohan Admin dan Kehancuran Server
Setelah itu, muncullah era modding: auto-chat, auto-add, auto-hit, dan lain-lain. Namun, bukan itu yang membuat saya kesal. Puncak kekesalan saya (dan mungkin semua pemain) adalah kelakuan Admin AOI.
​Padahal, dia sudah meraup untung besar dari top-up pemain—mungkin mencapai ratusan juta rupiah. Tapi bukannya mengembangkan game, dia malah membiarkan game tertahan di versi 1.8.6 dalam waktu yang sangat lama. Untuk mendapatkan item baru saja, kami harus bergantung pada karya para modder.
​Di saat server tetangga seperti Avatar Sabay atau versi Vietnam terus melakukan pembaruan, Admin AOI malah asyik menikmati uangnya tanpa peduli pada komunitas. Akhirnya, karma datang. Seseorang menciptakan ID Creator hingga server jebol dan kacau balau.Akhir yang Menyedihkan
Pemain mulai pergi satu per satu. Dari yang tadinya ramai, kini hanya tersisa sekitar 10 sampai 15 orang saja; sisanya hijrah ke AWO. Lucunya, di saat pemain sudah hampir habis, adminnya baru “bangun” dan melakukan pembaruan ke versi 2.40. Langkah yang sangat telat dan konyol—bahkan jumlah penonton status WhatsApp saya masih jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pemain yang tersisa saat itu.
​Kalau adminnya membaca tulisan ini: Anda benar-benar melewatkan peluang besar. Bukan hanya saya, tapi seluruh pemain AOI dulu sangat berharap ada pembaruan rutin. Sayangnya, ketamakan dan kemalasan menghancurkan game yang kami cintai.
​Ini hanya sekadar curahan hati tentang rasa kesal saya pada manajemen game masa lalu. Sekian dan terima kasih.#7Deadlysins
-
Wkwkwk fitnah kalian
-
Nick nya apa di aoi gan?
artgaming19 adminastor
